Sabtu, 22 Februari 2014

Dan, Sini, Dan!

"Dan, sini, Dan…!" beberapa orang berseragam Banser memanggil komandannya. Mereka sedang rehat sambil ngopi di tenda makan utama, saat Munas-Konbes NU di Kempek.  

Seorang yang dipanggil “Dan”, yang berada di media center, celingukan mencari sumber suara. Ketika matanya melihat teman-temannya berseragam banser, ia mendatanginya dengan tergesa. 

“Ada apa?” tanyanya serius. "Komandan yang bis dipanggil anakbuahnya ya hanya di Banser," gremeng salah seorang yang melihat adegan itu.

“Dan, dan***…” seorang Banser meneruskan dengan kata serapah ala Jawatimuran, sambil tertawa serentak, “Hahaha...” (Abdullah Alawi)

Dan, Sini, Dan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Dan, Sini, Dan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Dan, Sini, Dan!

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 19 Februari 2014

Gandeng IMNU, PCNU Subang Gelar Internet Marketing

Subang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Untuk memanfaatkan penggunaan internet dengan positif, PCNU Kabupaten Subang menggelar kegiatan pelatihan internet marketing berbasis media sosial dan aplikasi android, kegiatan yang terselenggara atas kerja sama dengan internet marketers Nahdlatul Ulama (IMNU) tersebut digelar di aula Kantor PCNU Subang Jalan Darmodiharjo Nomor 4, Sukamelang, Subang, Ahad (26/11).

KH Musyfiq Amrullah menyampaikan bahwa warga NU perlu lebih banyak mewarnai konten-konten positif di internet karena disadari ataupun tidak saat ini internet sudah menjadi bagian dari pola hidup masyarakat, hal ini bisa diukur dari aktivitas masyarakat hampir semuanya bisa dilakukan secara online.

Gandeng IMNU, PCNU Subang Gelar Internet Marketing (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng IMNU, PCNU Subang Gelar Internet Marketing (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng IMNU, PCNU Subang Gelar Internet Marketing

"Di zaman now kita harus bisa menjadi fa`il di dunia internet, jangan hanya menjadi maf`ul saja dan melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan semua peserta bisa menjadi fa`il dalam mengisi konten-konten positif di internet," tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengasuh Pesantren At-Tawazun ini menambahkan, karena internet sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari maka pelatihan internet marketing ini merupakan bagian dari pelaksanaan kaidah yang menjadi salah satu prinsip NU, yaitu al-muhafadhotu ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah, memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.

Senada dengan Kiai Musyfiq, Fahmi Baihaqi, aktivis Internet Marketers NU menjelaskan bahwa tujuan berdirinya IMNU antara lain adalah untuk mengisi konten positif dan konten ke-NU-an di dunia maya, karena sebelumnya konten Islam Ahlussunnah waljamaah An-Nahdliyah di internet sangat minim sekali, dampaknya adalah ajaran Islam Ahlussunnah waljamaah An-Nahdliyah kurang begitu dikenal masyarakat secara luas.

"Atas kegelisahan tersebut para pelaku internet marketing yang berlatarbelakang NU akhirnya sepakat untuk mendirikan IMNU," tutup praktisi aplikasi android ini. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 10 Februari 2014

Jamaah Baasyir Tegang, Kang Said Imbau Dakwah Tanpa Kekerasan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Seminar Nasional tentang implementasi syariat Islam di Indonesia yang diselenggarakan oleh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) di Jakarta, Ahad (25/11) tadi malam berlangsung menegangkan. Para anggota MMI berteriak "Allahu akbar" dan tidak segan-segan menghentikan pembicaraan peserta seminar jika dianggap tidak sesuai.

Seminar itu diadakan oleh Lajnah Pimpinan Wilayah MMI DKI Jakarta dan lembaga kajian Islam Al Manar dan dihadiri langsung oleh pemimpin utama MMI Ustadz Abu Bakar Baasyir. Pembicara lainnya yang diundang adalah Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto dan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj (Kang Said).

Jamaah Baasyir Tegang, Kang Said Imbau Dakwah Tanpa Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Baasyir Tegang, Kang Said Imbau Dakwah Tanpa Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Baasyir Tegang, Kang Said Imbau Dakwah Tanpa Kekerasan

Seminar bertajuk "Implementasi Nilai Syariat Islam dalam masyarakat dan Negara Menuju Indonesia yang Religius, Adil dan Sejahtera" itu sudah dibuka dengan suasana tegang. Moderator Hamzah Zahal baru mengucapkan beberapa kata langsung diintrupsi oleh para anggota MMI. Hamzah memberikan pengantar seputar perkembangan opini tentang Islam akhir-akhir ini, tentang dua tipologi besar Islam yang muncul yakni liberalis dan fundamentalis.

Kontan moderator diinterupsi dan diminta untuk tidak ikut berbicara dalam seminar itu. "Itu pembagiannya orang kafir," kata anggota MMI. Ismail Yusanto akhirnya mendapat giliran berbicara pertama setelah sebelumnya Abu Bakar Baasyir telah menyempaikan pemikirannya saat memberikan sambutan pengantar seminar.

Menurut Baasyir, mengamalkan syariat Islam harus didukung dengan kekuasaan, dalam hal ini kekuasaan pemerintahan Islam. Pluralisme, misalnya, kata Baasyir, baru bisa dipraktikkan secara adil dalam pemerintahan Islam.

"Jadi kesimpulan seminar ini adalah implementasi Islam dalam bangsa dan negara wajib hukumnya," kata Baasyir saat membuka seminar. "Kalau tidak saya kuatir nanti kena hukum murtad," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senada dengan Abu Bajar Baasyir, Ismail Yusanto mengatakan, dakwah Islamiyah yang dilakukan selama ini kurang berhasil karena tidak ditopang oleh negara Isam. "Hanya dengan kekuasaan dan kekuatan, dakwah Islam itu bisa berhasil," katanya.

 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakannya, dakwah pada saat tertentu perlu dengan kekerasan dan kekuatan senjata. "Tergantung pada saat apa dan kepada siapa," katanya.

Sementara itu Kang Said yang mendapat kesempatan berbicara terakhir menurunkan ketegangan dengan bercerita seputar cara dakwah Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Indonesia. Menurutnya, dakwah yang dilakukan dengan kekerasan selalu tidak berhasil.

"Wali Songo mengganti cara dakwah 180 derajat, tidak dengan kekerasan tapi bil hikmah wal mauidzatul hasanah wal mujadalah billati hiya ahsan. Akhirnya Islam dapat tersebar dengan baik," kata Kang Said sembari bercerita dengan sangat apik tentang teknik para penyebar Islam di Indonesia.

Namun suasana di ruang pertemuan Hotel Accacia Jakarta itu kembali seperti semula ketika seorang penanya bernama Abu Jibril memprotes cara Kang Said menyampaikan materi. "Cerita Pak Said malah menidurkan kita, padahal Rasul tidak malah membikin kita tidur, tapi malah bangkit," katanya disambut teriakan "Allahu akbar" dari para anggota MMI.

Suasana semakin menegang ketika peserta lainnya, Luthfi A Tamimi, direktur majalah Sabili, salah satu Majalah yang dikenal menyuarakan aspirasi kelompok Islam yang berdakwah dengan keras, meminta Ismail Yusanto secara tegas mengumumkan nama pemimpin utama atau khalifah yang menjadi memimpin pemerintahan Islam atau khilafah islamiyah yang dikampanyekan HTI.

"Kita tidak ada khalifah hanya amir," kata Ismail menanggapi dan langsung dibantah oleh Lutfi bahwa khalifah dan amir itu sama saja. Ia menyebutkan bahwa para khalifah diberi gelar amirul mukminin.

Para anggota MMI yang merasa rikuh meminta Lutfi untuk menghentikan pembicaraan. "Jangan ngotot!" kata anggota MMI sambil berdiri dan menodongkan telunjuk.

Diskusi diakhiri pada pukul 22.05 meski saat itu Kang Said belum selesai menjelaskan konsep jihad menurut NU. Moderator bergegas menutup seminar karena saat mencoba menyimpulkan bahwa ada pendapat yang berbeda, dia langsung diprotes anggota MMI. "Islam itu hanya satu," kata mereka dengan suara keras. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah