Jumat, 30 Juli 2010

Alumni Santri Pesantren Nahdlatul Muta’alimin Safari Maulid Nabi

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebagai upaya mempererat tali silaturahim sekaligus memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, alumni santri Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’alimin Desa Kropak Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo melakukan Safari Maulid Nabi sekaligus Safari Santri di Desa Resongo Kecamatan Kuripan, Rabu (14/12).

Kegiatan yang melibatkan seluruh santri dan alumni Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin ini dilakukan secara bergantian. “Selain itu menjalin silaturahim antara santri dan alumni, kegiatan ini bertujuan sebagai media dakwah di tengah masyarakat,” kata Sekretaris Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin Indra Subiantoro.

Alumni Santri Pesantren Nahdlatul Muta’alimin Safari Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Santri Pesantren Nahdlatul Muta’alimin Safari Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Santri Pesantren Nahdlatul Muta’alimin Safari Maulid Nabi

Menurut pengurus Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Jawa Timur ini, kegiatan ini bertujuan untuk menjalin keakraban antara alumni, santri dan pondok pesantren agar tidak sampai putus. Disamping juga dakwah untuk pondok pesantren sekitarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Melalui kegiatan ini kami berharap agar bisa menjalin komunikasi dan keakraban antara alumni, santri dan pondok pesantren tidak putus di tengah jalan. Sebab biasanya antara alumni dan santri ini jarang bertemu. Inilah bentuk kebersamaan yang terlihat diantara keluarga besar Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin,” jelasnya.

Indra Subiantoro menegaskan bahwa selama ini pondok pesantren yang diasuh oleh KH Abdul Ghoni Badlowi selalu berupaya agar setelah santri lulus bisa tetap berkomunikasi. “Jadi selain untuk meneladani sifat dan perilaku Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga untuk memantapkan bahwa santri itu kuat kalau bersatu,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 16 Juli 2010

Rais Syuriyah NU Sukoharjo Diamanahkan pada KH Ahmad Baidlowi

Sukoharjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. KH Ahmad Baidlowi (46) terpilih menjadi Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukoharjo, menggantikan (Alm) KH Maksum Waladi, saat rapat pleno di Kantor PCNU Sukoharjo, Ahad sore (17/3).

Rais Syuriyah NU Sukoharjo Diamanahkan pada KH Ahmad Baidlowi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah NU Sukoharjo Diamanahkan pada KH Ahmad Baidlowi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah NU Sukoharjo Diamanahkan pada KH Ahmad Baidlowi

Ahmad Baidlowi merupakan pribadi yang populer di wilayah Sukoharjo, ia aktif diberbagai majelis dzikir, diantaranya pendiri majelis dzikir dan sholawat Al-Hidayah, pembina majelis taklim Al-Makrifat, pembina majelis taklim At-Taubah, ketua majelis Jamaah Muji lan Niru Rasul (Jamuniro) Sukoharjo. 

Sedangkan pengalaman di struktural NU, ia pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah MWC NU Grogol, Sukoharjo lalu pada Konfercab tahun 2010, Ahmad Baidlowi naik jabatan sebagai Wakil Rais Syuriyah PCNU Sukoharjo periode 2010 – 2015. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sidang pleno dipimpin A’wan, Abdullah Faishol, dan Ketua PCNU HM Nagib Sutarno. Tampak hadir diantaranya K Ismail Toyib dan KH Najib Muhammad--keduanya Wakil Rais Syuriyah-- Katib HM Hafidz, Hj Hafidhah, Ketua Fatayat NU, Khomsun Nur Arief Ketua GP Ansor, dan Dahwan, perwakilan IPNU serta jajaran pengurus cabang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terpilihnya KH Ahmad Baidlowi, ditanggapi positif oleh Ketua PCNU Sukoharjo, H Muhammad Nagib Sutarno 

“Sosok KH Ahmad Baidlowi adalah figur yang entengan, memiliki jaringan luas di basis, dan salah satu pakar bahtsul masail PCNU Sukoharjo,” katanya.

Menurut Muhammad Nagib Sutarno, pergantian antar waktu kepengurusan PCNU Sukoharjo bukan yang pertama, satu bulan lalu juga ada proses PAW. Bendahara Cabang (Alm) Slamet digantikan oleh H Joko Purnomo, ketua LDNU, sedangkan wakil sekretaris H Sunardi, digantikan oleh Ketua Lakpesdam NU Sukoharjo, Cecep Choirul Sholeh.

Redaktur: Mukafi Niam 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 06 Juli 2010

Waspada, Perkembangan Teknologi Menjadi Penyebab Menguatnya Kekerasan Seksual

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Kasus pelecehan seksual dan perkosaan, disertai dengan sadisme dan pembunuhan, terkuak cepat melalui beragam media elektronik, digital, dan cetak. Dalam Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2016, ditemukan bahwa kasus kekerasan seksual tahun 2016 menempati peringkat kedua di ranah personal, dan peringkat pertama di ranah komunitas. 

Di ranah personal kekerasan seksual naik satu peringkat dari peringkat ketiga dalam Catatan Tahunan (Catahu) tahun 2015. Kekerasan dalam bentuk perkosaan sebanyak 72 % atau 2.399 kasus, pencabulan sebanyak 18% atau 601 kasus, dan pelecehan seksual sebesar 5% atau 166 kasus. Komnas Perempuan menyimpulkan bahwa setiap 2 jam terdapat 3 perempuan Indonesia yang menjadi korban kekerasan seksual.

Waspada, Perkembangan Teknologi Menjadi Penyebab Menguatnya Kekerasan Seksual (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspada, Perkembangan Teknologi Menjadi Penyebab Menguatnya Kekerasan Seksual (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspada, Perkembangan Teknologi Menjadi Penyebab Menguatnya Kekerasan Seksual

Sejak bulan April 2016, publik dikagetkan oleh kasus perkosaan dan pembunuhan terhadap YY (14 tahun) siswi kelas VIII sebuah SMP di Bengkulu oleh 14 orang pemuda setempat. Di Manado, kasus gang rape juga menimpa V (19), oleh 19 orang pria, dimana diduga 2 pelakunya adalah oknum polisi.

Di Lampung, Mis (10 tahun) siswi SD diculik, diperkosa dan ditemukan dalam keadaan meninggal. Di Medan, Mw (10 tahun), gadis cilik penyandang disabilitas diperkosa oleh pamannya sendiri. Di Metro, Lampung, NA (5 tahun) seorang murid sebuah taman kanak-kanak tahun menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh penjaga sekolahnya. Di Kediri, seorang pengusaha kaya raya memperkosa anak-anak SD dan SMP, dan ditengarai jumlahnya mencapai puluhan anak.

Data dan fakta di atas menunjukkan bahwa aturan dan atau perlindungan hukum yang ada sangat lemah dan tidak memadai untuk melindungi dan memulihkan korban dan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual yang berulang di masa depan. Tanpa menafikan adanya hubungan dan pengaruh antara minuman keras (miras) beralkohol, narkoba, dan pornografi dengan tindak kekerasan seksual, yang dalam banyak kasus hubungan dan pengaruh itu nyata adanya, khususnya dalam kekerasan seksual yang pelaku atau korbannya anak. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Alimat, sebagai gerakan kesetaraan dan keadilan dalam keluarga Indonesia perspektif Islam menilai bahwa akar masalah menguatnya kekerasan seksual karena terjadi tetimpangan relasi kuasa berbasis gender dan ketiadaan perspektif terhadap perlindungan anak di dalam keluarga, masyarakat dan negara. Selain itu, percepatan perkembangan teknologi informasi, yang tidak disertai dengan pembekalan tentang pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini yang memadai, sehingga membuat anak rentan menjadi pelaku maupun korban kekerasan seksual.

Menurut Ketua Alimat Badriayah Fayumi, lunturnya peran pendidikan yang dilakukan oleh orang tua (parenting) juga menjadi penyebab menguatnya kekerasan terhadap anak, sementara proses pembelajaran di sekolah belum maksimal mengenalkan pendidikan seksualitas dan pendidikan anti kekerasan dan pada saat yang sama masyarakat semakin permisif terhadap perilaku kekerasan.(Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Amalan, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 02 Juli 2010

LP Maarif: Kurikulum 2013 Harus Dukung Muatan Lokal

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU menegaskan, penerapan kurikulum 2013 yang akan diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mesti mendukung terpeliharanya muatan lokal masyarakat setempat.

LP Maarif: Kurikulum 2013 Harus Dukung Muatan Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif: Kurikulum 2013 Harus Dukung Muatan Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Maarif: Kurikulum 2013 Harus Dukung Muatan Lokal

”Sebab setiap sekolah mempunyai kelebihan-kelebihan lokal yang harus tetap dikembangkan,” kata Sekretaris PP LP Ma’arif NU Zamzami kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Senin (2/4).

Zamzami menilai, kurikulum baru yang akan menggntikan KTSP ini lebih berorientasi saintifik. Siswa dituntut menemukan sendiri keilmuan yang ada, tanpa terlalu banyak menggantungkan diri pada pengajaran guru.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Secara prinsip LP Ma’arif mendukung. Tapi yang perlu diawasi kan implementasinya bagaimana,” ujarnya sembari mengatakan pihaknya siap terlibat dalam proses sosialisasi kurikulum 2013.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LP Ma’arif NU, 21-23 Januari lalu, menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta. Salah satu butir kesepakatan menyebutkan, pelaksanaan kebijakan Kemendikbud RI di lingkungan madrasah harus disesuaikan dengan karakteristik madrasah.

Lembaga yang menaungi pendidikan dasar dan menengah NU ini juga mendorong, madrasah-madrasah NU untuk memasukkan nilai-nilai di masyarakat, seperti kepesantrenan, kearifan lokal, dan tradisi ketimuran lainnya dalam kurikulum 2013.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah