Minggu, 30 April 2006

Target Dirikan RS, NU Kendal Luncurkan Klinik Pratama

Kendal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (29/5) meluncurkan klinik pratama di Pegandon Kendal. Klinik pratama merupakan tindak lanjut dari Rumah Bersalin (RB) dan Balai Pengobatan (BP) NU Pegandon Kendal

Menurut H. Ibnu Darmawan, ketua pengurus Klinik Pratama Pegandon, Klinik? akan dikelola dengan manajemen baru dan lebih professional. Perubahan nama menjadi Klinik Pratama Pegandon memang untuk menyesuaikan? dengan peraturan Menteri Kesehatan. Momen ini sekaligus untuk melakukan penyegaran manajamen. Pihaknya juga berharap klinik tersebut kelak akan berkembang menjadi rumah sakit NU.

Target Dirikan RS, NU Kendal Luncurkan Klinik Pratama (Sumber Gambar : Nu Online)
Target Dirikan RS, NU Kendal Luncurkan Klinik Pratama (Sumber Gambar : Nu Online)

Target Dirikan RS, NU Kendal Luncurkan Klinik Pratama

Senada, Ketua PCNU Kendal KH Muhammad Danial Royan menjelaskan bahwa peluncuran klinik pratama baru? langkah awal karena targetnya adalah rumah sakit tipe C. Namun demikian, sesuai dengan peraturan pihaknya harus melalui proses berjenjang, mulai dari klinik pratama kemudian meningkat menjadi klinik utama, rumah sakit tipe D, dan selanjutnya naik kelas menjadi rumah sakit tipe C. Untuk meraih target itu Danial mengaku telah melakukan kerja sama dengan rumah sakit Islam Sultan Agung Semarang dan PBNU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut penulis buku Sejarah Tahlil itu menjelaskan bahwa berdasarkan amanat Konfercab NU Kendal pada 2012 di Pesantren Apik Kaliwungu, PCNU Kendal mempunyai kewajiban menghidupkan dua Rumah Rumah Bersalin (RB) dan Balai Pengobatan (BP) NU di Pegandon dan di Rowosari.

“Tugas saya disini adalah meyakinkan kepada warga NU bahwa klinik ini akan benar-benar dikelola secara professional. Insya Allah jika yang berobat dan yang mengobati sama-sama senang tahlil penyakitnya akan lekas sembuh,” katanya berseloroh diikuti tepuk tangan yang hadir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di hadapan yang hadir, pada kesempatan itu juga dikenalkan tenaga pengelola Klinik Pratama Pegandon. Posisi direktur Klinik di percayakan kepada? dr. Saichu? yang saat ini juga menjabat sebagai wakil direktur RSUD Suwondo Kendal. Tenaga dokter yang lain? adalah dr. H., Bambang Listanto dan satu dokter perempuan yang tidak sempat hadir karena berada di luar kota.

Ketiga dokter tersebut akan dibantu tenaga medis, yakni Saikul Huda, Muhlasin, Vivi wulandari dan Siti Ambarwati. Dua bidan yakni Sri Hartini dan Dina Nur Afia Ulfa juga sudah siap untuk membantu ibu-ibu yang akan melahirkan. (Fahroji/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Humor Islam, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 09 April 2006

Tunanetra Ini Sayangkan Orang Normal Tak Bisa Baca Al-Quran

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Yayasan Raudlatul Makfufin Tanggerang Selatan Budi Santoso merasa heran terhadap orang-orang yang mempunyai penglihatan tapi tidak bisa membaca Al-Quran.

“Kalau orang bisa melihat sering merasa aneh dengan tunanetra yang bisa membaca Al-Quran, justru kami lebih aneh lagi kalau orang bisa melihat tapi tidak bisa membaca Al-Qur’an,” kata Budi yang juga penyandang tunanetra pada acara Sarasehan Pesantren Inklusi yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU) di Pesantren Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (6/10).

Tunanetra Ini Sayangkan Orang Normal Tak Bisa Baca Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Tunanetra Ini Sayangkan Orang Normal Tak Bisa Baca Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Tunanetra Ini Sayangkan Orang Normal Tak Bisa Baca Al-Quran

Menurutnya, Yayasan Raudlatul Mukafifin didirikan sebagai tempat belajar membaca Al-Qur’an dan ilmu keagamaan baik untuk penyandang tunanetra maupun orang normal.

Ia berharap, melalui Al-Qur’an orang-orang yang saat hidup di dunia tidak bisa melihat agar saat dibangkitkan di akhirat kelak dalam keadaan bisa melihat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau mungkin di dunia kami buta ada pak kiai yang nuntun-nuntun kaya tadi ya pak kiai, ada bapak dan ibu yang menuntun kami. Tapi di akhirat nanti siapa yang akan menuntun kami kalau bukan syafaat Rasulullah SAW dan juga syafaat dari Al-Quran,” jelasnya.

Pada acara yang bertemakan Sosialisasi UU RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas ini dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wasekjen PBNU H Andi Najmi Fuadi, dan Sekretaris NU CARE-LAZISNU Ahyad Alfida.(Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah