Selasa, 13 September 2016

Pak Slamet NU, 45 Tahun Mengabdi di Gedung PCNU

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pagi-pagi sekali laki-laki berumur 54 tahun itu rutin mebuka jendela-jendela di kantor PCNU yang terletak di Kauman Selatan Wonosobo tersebut. Tiap waktu, saat melihat gedung berlantai dua itu kotor dan ada sampah, secara refleks ia akan segera menyapu dan membersihkan sampah yang mengotori ruangan. Dia pula yang senantiasa menyiapkan karpet beserta perlengkapan lainnya setiap kali di kantor NU tersebut hendak digelar suatu acara.? ?

Pak Slamet NU, 45 Tahun Mengabdi di Gedung PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pak Slamet NU, 45 Tahun Mengabdi di Gedung PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pak Slamet NU, 45 Tahun Mengabdi di Gedung PCNU

Orang-orang yang sudah mengenalnya kerap meyebutnya dengan nama Pak Slamet NU. Di samping sebagai penjaga atau penunggu gedung PCNU itu, bagi pria yang tampak bersahaja itu gedung PCNU tersebut seakan telah menjadi rumahnya. Setiap kali ada perhelatan acara NU, atau ada pengajian di pesantren NU, Pak Slamet selalu hadir di acara tersebut. Tak hanya itu memori di ponselnya pun dipenuhi lagu-lagu dan film khas NU.

Ketika Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah menanyakan punya daftar lagu dan film apa saja di HP yang dipegangnya, ia menunjukkan koleksi syiir-syiir Gus Dur yang paling sering ia putar di kala waktu senggang sendirian. Ada pula lagu-lagu solawat Habib Syekh meski tak sesering syiir Gus Dur dalam memutarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain syiir Tanpo Watonnya Gus Dur, HP Pak Slamet juga menyimpan film "Sang Kiai". Film biografi perjuangan Mbah Hasyim Asy’ari itu pula yang sedang diputar ketika penulis menemuinya pagi itu, Rabu (17/2) di gedung kantor PCNU Wonosobo. Ia menyatakan tidak bosan-bosannya menikmati syiir Tanpo Waton Gus Dur dan film "Sang Kiai" walau? barangkali sudah ratusan kali didengar dan tonton.

Lelaki kelahiran Sirandu Wonosobo tersebut mengaku berkhidmah dikantor PCNU sejak masih sangat remaja, tepatnya mulai tahun 1971 dan masih istikomah sampai sekarang. Pada tahun itu (1971), menurutnya gedung kantor PCNU belum berdiri seperti sekarang, tapi masih di rumahnya Kiai Hakim Idris, saudaranya KH Habibullah Idris, tokoh kiai Wonosobo. Di rumah itulah, menurut pria yang penuh kesederhanaan tersebut,? kala itu yang menjadi markas dan pusat aktifitas ke NU an untuk daerah Wonosobo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengapa Pak Slamet bersedia mendedikasikan dirinya di gedung PCNU tersebut selama 45 tahun bahkan masih bertahan sampai kini. Ia mengakui sendiri karena kecintaan pada NU serta rasa memiliki NU yang telah tertanam sejak kecillah yang membuatnya rela dan ikhlas mengabdikan tenaga dan waktunya untuk NU sesuai kadar kapasitas dan kemampuannya, yang ia ejawantahkan dengan merawat, menjaga dan menunggui gedung kantor PCNU Wonososbo. (M. Haromain/Abdullah Alawi)? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Makam, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah