Sabtu, 30 Juni 2012

Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Penentu kelulusan siswa itu seyogianya diserahkan kepada pihak sekolah. Penentuan kelulusan oleh pemerintah pusat berarti merampas hak guru dan sekolah karena pemerintah hanya menilai prestasi pelajar dari ujian tulis saja.

Demikian tanggapan Drs. Suharyanto, Kepala Sekolah SMK Ma’arif Yogyakarta, terhadap isu kebijakan pemerintah tentang ujian nasional yang akan ditentukan oleh sekolah, saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di kantornya, Jl. Hos Cokroaminoto, Sabtu (17/01).

Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN

Ia menjelaskan, memang seharusnya, dalam penentuan kelulusan harus mempertimbangkan budi pekerti, perilaku dan kreativitas siswa. “Kita (guru) tahu siswa kita seperti apa.? Kita bisa menambah nilai bagi anak yang patut ditambah. Misalnya, kalau ada siswa yang rajin sekali masuk sekolah dan berperilaku baik, maka ini akan kita pertimbangkan. Kalau siswa seperti itu dinyatakan tidak lulus kan tidak adil,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Suharyanto menjelaskan tentang ketidakadilan lain, misalnya ketika ada siswa yang sering bolos, buruk secara perilaku, tapi lulus karena ia beruntung mennjawab soal dengan benar meski dengan cara mengundi.

“Budi pekerti, sopan santun, menjadi krisis di sekolah, karena penentuan kelulusan hanya berdasarkan ujian tulis. Kalau kelulusan ditentukan oleh sekolah, itu akan menjadi bahan pertimbangan kelulusan bagi siswa. Kalau kelulusannya ditentukan oleh pusat, guru tidak berhak menilai anak,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sampai saat ini, kata Suharyanto, belum ada surat edaran resmi dari pemerintah. “Baik besok ujiannya mau Unas atau apa, ditentukan oleh pemerintah atau sekolah, kita sudah siap. Guru-guru sudah kita bagi tugas, masing-masing guru kita minta untuk menangani dua siswa, untuk mengawal sejak sekarang hingga menjelang ujian," tuturnya. (Nur Sholikhin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Atasi Perusakan Hutan, Menhut Minta Bantuan Muslimat NU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengaku kesulitan melakukan upaya konservasi lingkungan di samping menangani pembalakan liar di berbagai daerah. ? Zulkifli memohon ribuan peserta Rapat Kerja Nasional Muslimat NU untuk meningkatkan kesadaran warga dalam memantau pelestarian hutan lindung, hutan konservasi serta pemanfaatan hutan produksi.

Atasi Perusakan Hutan, Menhut Minta Bantuan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Atasi Perusakan Hutan, Menhut Minta Bantuan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Atasi Perusakan Hutan, Menhut Minta Bantuan Muslimat NU

“Kami berharap kerja sama yang pernah dijalin dengan Muslimat NU bisa dilanjutkan. Saat ini peran Muslimat sangat dibutuhkan dalam ? memberi penjelasan dan penyadaran kepada masyarakat terutama di luar Jawa,” harap Zulkifli dalam Rakernas Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (30/5).

Menurutnya, saat ini banyak hutan lindung dan lingkungan konservasi dirusak warga dan sejumlah elit melalui pertambangan dan pembalakan liar serta penggunaan lahan sawit yang tidak pada tempatnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saya, kata Zulkifli, tiap hari dimarahi orang-orang dari seluruh dunia karena banyaknya gajah mati di Sumatera. Kepala-kepala negara asing juga bisa marah besar kepada kita karena di Kalimantan banyak pembakaran orang utan. Di sejumlah daerah, pemerintah menggusur kebun sawit karena merusak konservasi. Di Konelo Riau, hutan-hutan lindung dirusak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Perusakan hutan itu hanya menguntungkan beberapa orang, tapi merugikan ? ribuan penduduk karena asap dan banjir,” terang Zulkifli menjawab pertanyaan Ketua Muslimat NU Jayapura menunjuk pada pelestarian hutan lindung di pegunungan Siklop.

Kebijakan terkait pengelolaan lingkungan hidup, harus diubah. Pasalnya, saat ? ini masih banyak peraturan yang tidak berpihak kepada rakyat seperti akses hutan, tanah dan air. Kebijakan yang berlaku kini membatasi rakyat, tapi sangat terbuka bagi korporat dan perusahaan tertentu.

Saat ini akses pengelolaan lingkungan 99,9 persen untuk korporat. Untuk publik hanya 0,0 sekian persen. Maka kita kini mengupayakan adanya hutan tanaman rakyat, hutan kemasyarakatan dan hutan desa sebesar 500 ribu hektar per tahun. Saya mencanangkan, 2,5 juta hektar. Satu juta hektar sudah terrealisasi. Pemda ditunjuk sebagai pelaksana.

“Masalahnya, banyak permohonan atas nama masyarakat tapi di belakangnya korporat. Muslimat NU perlu mengawal ini bersama pemerintah,” tegasnya.

Zulkifli juga mengaku kewalahan menjawab pertanyaan Muslimat Bangka Belitung tentang maraknya tambang liar dan perebutan lahan antara penduduk lokal dan pendatang. Karena, warga pendatang sangat mudah memperoleh sertifikat pengelolaan lahan secara cuma-cuma, sementara penduduk lokal harus membeli lahan saat ingin membuka ladang.

Di Babel itu sulit sekali, Wapres pernah memimpin langsung rapat di sana agar menghentikan tambang-tambang liar yang menjadi pencaharian masyarakat. Kalau dilarang, kita melawan ribuan warga. Sementara setelah diaudit, pendapatan Pemda Babel tidak seberapa. Sedangkan kerugiannya, kerusakan lahan dan bencana. Kita sulit mengatasinya, sementara aparat diam.

“Waktu Gubernurnya Pak Eko, saya minta pemerintah menangkap para perambah liar. Tetapi jawabnya, saya ini sendirian di sini. Kalau saya tindak mereka, yang diprotes malah saya. Di sinilah dilematisnya,” keluh Zulkifli. (Abdul Malik/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Kajian, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 28 Juni 2012

178 Banser Jalani Diklatsar di Gili Ketapang

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sedikitnya 178 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se-Kabupaten Probolinggo mengikuti pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) Banser di Pulau Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih, Jum’at-Ahad (14-16/10) sore. Pada kesempatan ini GP Ansor Probolinggo juga mengadakan Rapat Kerja Cabang.

Kegiatan yang digelar oleh GP Ansor Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Hendhi Yustian Danang Suta, Kepala Satuan Koordinator Nasional (Satkornas) Banser H Alfa Isnaini, Ketua PCNU Probolinggo KH Abdul Hadi, Ketua GP Ansor Kota Kraksaan Taufiq, Ketua GP Ansor Probolinggo Muchlis, dan Ketua Sarkotcab Banser Kabupaten Probolinggo Adimas Lutfi Putrajaya.

178 Banser Jalani Diklatsar di Gili Ketapang (Sumber Gambar : Nu Online)
178 Banser Jalani Diklatsar di Gili Ketapang (Sumber Gambar : Nu Online)

178 Banser Jalani Diklatsar di Gili Ketapang

Dalam sambutan Letkol Inf Hendhi Yustian Danang Suta mengatakan bahwa menjadi anggota Banser harus memiliki jiwa Korsa yakni semangat kebersamaan, semangat persatuan dan kesatuan terhadap suatu korps senasib dan sepenanggungan.

“Sebagai anggota harus tertanamkan jiwa Korsa yang penuh tanggung jawab, dedikasi untuk sesuatu hal yang mulia maupun yang bersifat kebajikan dan kebaikan, menolong dengan tetap mengedepankan rasa kebersamaan dan kewajaran,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Kepala Satkornas Banser H Alfa Isnaini mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai wahana untuk memupuk rasa nasionalisme dan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Banser harus siap mendermabaktikan dirinya berjiwa sosial untuk kepentingan agama, nusa, dan bangsa tentunya pada Nahdlatul Ulama (NU).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Banser merupakan garda terdepan untuk melaksanakan tugas pokok untuk mendukung, menjaga, dan membentengi para ulama serta mampu memberikan kontribusi untuk perkembangan kehidupan masyarakat sehingga semakin tinggi militansi Banser terhadap organisasi dan semakin kuat pula untuk memperjuangkan nilai-nilai Aswaja,” ujarnya.

Sedangkan Ketua PCNU Probolinggo KH Abdul Hadi menambahkan bahwa Banser bertugas untuk membantu warga NU dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan saat ini dalam mengamalkan ajaran Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) serta meningkatkan potensi dan kemampuan anggota dalam menemukan pemecahan dari berbagai permasalahan.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 0820 Letkol Inf Hendhi Yustian Danang Suta menyerahkan bantuan perlengkapan berupa sepatu untuk kebutuan aktivitas Banser dalam melaksanakan tugasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah