| Ribuan Jamaah Peringati Haul Kiai Imam Rozi, Panglima Pasukan Diponegoro (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ribuan Jamaah Peringati Haul Kiai Imam Rozi, Panglima Pasukan Diponegoro
“Simbah Kiai Imam Rozi merupakan putra dari Kiai Maryani Wiromenggolo dari Cawas Klaten. Dilahirkan pada tahun 1795 Masehi,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah Purwokerto KH Thoha Alwy, dalam bahasa Jawa.Sedari muda ia sudah terkenal sebagai seorang ulama. Juga sudah dikenal oleh Paku Buwono VI dan Pangeran Diponegoro.
“Pada saat terjadi perang Diponegoro, Kiai Imam Rozi baru berusia 30 tahun, diangkat menjadi seorang utusan penghubung, yang bertugas menyampaikan pesan rahasia Pangeran Diponegoro kepada PB VI,” lanjutnya.
Kiai Imam Rozi, kemudian diangkat sebagai seorang panglima perang (manggala yudha) dengan gelar Singa Manjat. “Atas jasanya, Kiai Imam Rozi diberikan sebuah tanah perdikan di daerah Tempursari,” kata dia.
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Dari Kiai Imam Rozi inilah kemudian lahir sejumlah tokoh ulama di Soloraya, di antaranya Kiai Abdul Mu’id seorang tokoh mursyid Syadziliyyah dan putranya Kiai Ma’ruf yang menjadi Ketua Barisan Kiai Jawa Tengah. (Ajie Najmuddin/Fathoni)Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Dari Nu Online: nu.or.idAhmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah