Selasa, 28 Januari 2014

PWNU Jabar: Hari Pahlawan Ingatkan Semangat Berkorban

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran para pahlawan yang berjasa dalam merebut kemerdekaan untuk Indonesia. Karena itu, makna hari pahlawan sangat tinggi nilainya untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat juang perlu dijadikan perhatian utama setiap kali peringatan hari pahlawan.

Demikian disampaikan Katib Syuriah PWNU Jawa Barat KH Rachmat Syafe’I di pesantren Al-Wafa’, kota Bandung, Ahad (9/11).

PWNU Jabar: Hari Pahlawan Ingatkan Semangat Berkorban (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar: Hari Pahlawan Ingatkan Semangat Berkorban (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jabar: Hari Pahlawan Ingatkan Semangat Berkorban

Kiai Rachmat menerangkan, makna hari pahlawan terdapat suatu ikhtiar atau perbuatan dalam rangka menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Makna yang pokok adalah bagaimana kita mempunyai jiwa seperti para pahlawan melalui jiwa patriotisme mempertahankan hak asasi manusia, kebebasan bernegara, dan kebebasan berbuat kebaikan,” tuturnya saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Ahad (9/11) malam.

Menurutnya, semangat jiwa untuk berkorban bisa ditujukan demi kebaikan diri, keluarga dan lingkungan. Bagi kiai Rachmat, berkorban itu bukan hanya dalam keadaan berperang, tetapi dalam keadaan damai bisa juga berkorban dalam bentuk semangat untuk menjaga diri mengembangkan diri, keluarga. “Jangan sampai menyimpang dari aturan-aturan hukum dan agama,” tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua bidang fatwa MUI Jabar ini mengakui, saat itu pahlawan memang lebih banyak muslim. Tetapi ia mengajak masyarakat muslim untuk tidak mengabaikan pahlawan dari non-muslim karena sama-sama berjasa terhadap kemerdekaan Indonesia.

“Karenanya, orang Islam sekarang harus sadar bagaimana supaya mampu meneladani mereka untuk berbuat baik, sehingga menjadi orang besar manfaatnya, terutama untuk kemanusiaan,” terang KH Rachmat Syafe’i.

Selain itu, ia juga mendorong kepada generasi muda khususnya kalangan pelajar supaya meningkatkan semangat jihad dalam mencari ilmu dengan sungguh-sungguh. Kiai Rachmat memperkuatnya dengan semboyan Hibrul qalam, asyhadu minad dam (tulisan ilmu lebih suci daripada darah pejuang perang).

Hakikat manusia, lanjut Kiai Rachmat, pada hakikatnya ingin berbuat baik. Karena itu, ia berharap masyarakat Indonesia dapat menjaga keinginan suci tersebut. Agar, ke depannya dapat merealisasikan sesuai fungsi masing-masing dengan sekuat tenaga untuk mencapai kemuliaan dalam berbangsa dan bernegara. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah