Selasa, 25 Desember 2012

Kang Said Terima Titipan Kurban 9 Sapi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. KH Said Aqil Siroj menerima titipan kurban sebanyak 9 ekor sapi dari masyarakat yang dikirimkan ke rumahnya di jl Sadar Raya Ciganjur Jakarta Selatan. Empat ekor sapi telah didistribusikan ke masjid disekitar kediamannya, salah satunya Masjid Al Munawwarah yang berada di kompleks kediaman Gus Dur.

Kang Dayat, staff rumah tangga keluarga Kang Said mengaku tidak tahu siapa saja masyarakat yang menyerahkan hewan kurban tersebut karena langsung berkomunikasi dengan keluarga. Ia juga tidak tahu apa lima sapi yang tersisa akan dipotong di rumah atau dikirimkan ke masjid yang lain.

Kang Said Terima Titipan Kurban 9 Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Terima Titipan Kurban 9 Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Terima Titipan Kurban 9 Sapi

“Pagi ini belum ada yang dipotong karena masih menunggu kedatangan pak Kiai yang menyampaikan khotbah Idul Adha di Kalbar. Mungkin bisa dipotong malam nanti atau besok pagi,” katanya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Meskipun demikian, sudah terdapat 800 kupon yang disebarkan, sebagian diberikan kepada PP Muslimat NU. 

Tahun lalu, Kang Said malah menerima 11 sapi kurban, tetapi hanya satu ekor yang dipotong di rumahnya dan dibagikan kepada masyarakat dan jamaah pengajian. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam lingkungan NU, sudah menjadi tradisi masyarakat menyerahkan hewan kurbannya kepada kiai yang dipercayainya untuk menyembelih dan membagi daging kurban tersebut. Ketika jumlahnya banyak, kemudian kurban tersebut didistribusikan kembali ke masyarakat untuk dipotong sendiri.

Untuk kurban Kang Said secara pribadi, salah satunya berupa seekor sapi diserahkan kepada PP Lazis NU, tetapi tidak dipotong di PBNU. Di gedung PBNU, hanya dipotong dua ekor sapi untuk masyarakat sekitar gedung NU berdiri.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, AlaNu, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 05 Desember 2012

Pesan Damai dalam Film Pendek Karya Santri Al-Muayyad

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Alkisah, Nisa, seorang santri putri di Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan, Solo, Jawa Tengah, sering mengunjungi tempat-tempat yang menarik di daerahnya.

Suatu saat, dia menemukan dua tempat ibadah dari agama berbeda berdiri bersebelahan. Dengan kata lain, Masjid Al-Hikmah dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan itu memiliki alamat sama. Nisa kagum, karena meskipun berbeda, kedua umat tetap hidup rukun, damai, dan harmonis.

Pesan Damai dalam Film Pendek Karya Santri Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Damai dalam Film Pendek Karya Santri Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Damai dalam Film Pendek Karya Santri Al-Muayyad

Cerita di atas, tergambar dalam sebuah video berjudul ‘Satu Alamat’. Film pendek berdurasi 00.05.46 tersebut merupakan karya jurnalistik dari para santriwati Al-Muayyad Solo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah menyambangi Pesantren Al-Muayyad, Ahad (9/3), salah seorang santri yang ikut dalam pembuatan film, Ashfiya Nur Atqiya, menjelaskan perihal film ‘Satu Alamat’ itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Film ini dulu pernah masuk 10 besar dalam Festival Film Santri, setahun lalu,” ungkap cucu pengasuh Al-Muayyad, KH Abdul Rozaq Shofawi.

Waktu itu, Pesantren Al-Muayyad bersama 9 pesantren lain, mendapatkan kesempatan untuk membuat sebuah film bertemakan toleransi dan perdamaian. “Peserta yang ikut ada 20 tim, yakni 10 tim santri putra dan 10 tim santri putri,” terangnya.

Setelah hampir sebulan lebih proses pembuatan film, akhirnya dua tim dari Al-Muayyad mampu menghasilkan dua film pendek.

“Santri putra menyoroti masalah terorisme, sedangkan kami (santri putri) merekam suasana damai yang ada di Joyodiningratan,” imbuh gadis berkacamata itu.

Ashfiya dan kawan-kawanya, berharap dari video tersebut, dapat memberikan inspirasi kepada orang lain, tentang sebuah nilai perdamaian. “Kita juga ingin menunjukkan, bahwa santri dapat membawa misi perdamaian,” jelas Ashfiya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah