Salim Mahfudh, ketua panitia rihlah ilmiah mengatakan, acara bertajuk “Aktualisasi dan Implementasi Ilmu Falak di Era Modern”, Jumat (6/2), ini dimaksudkan untuk mengenalkan ilmu falak terapan dalam bentuk alat-alat berbasis teknologi, seperti teleskop, rubu’ mujayyab, mizwala, dan lain-lain.
| Komunitas Ilmu Falak Pesantren Al-Wafa’ Kunjungi Planetarium Bosscha (Sumber Gambar : Nu Online) |
Komunitas Ilmu Falak Pesantren Al-Wafa’ Kunjungi Planetarium Bosscha
“Mengembangkan penalaran dan keilmuan, penelusuran minat dan bakat santri Al-Wafa’ terhadap ilmu falak. Selain itu, juga sebagai sarana menyatukan dan mempererat tali silaturahim antarsantri di pondok pesantrenAl-Wafa’,” tambah mahasiswa fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu.Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Dalam kesempatan itu, pihak Planetarium Bosscha memberikan materi kepada para santri tentang sejarah dan peran Bosscha terhadap perkembangan astronomi di Indonesia.? Lebih dari itu, santri-santri yang juga mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati tersebut mendapatkan pengetahuan seputar planet-planet, bintang-bintang di galaksi, serta cara kerja ala-alat astronomi yang ada di Bosscha.Selain berkunjung ke Planetarium Bosscha, para santri sebelumnya berkunjung ke Observatorium Imah No’ong yang letaknya tidak jauh dari Planetarium Bosscha. Di situ terdapat pula alat-alat astronomi seperti teleskop, jam matahari, alat penentuan arah kiblat, dan lain-lain.
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Arjun Abdullah, salah satu peserta mengaku senang lantaran bisa langsung praktik ilmu falak dengan menggunakan alat-alat modern maupun klasik. “Manfaat yang didapat saat kunjungan ke planetarium salah satunya adalah kita dapat mengetahui bagaimana cara menentukan arah kiblat,” terang santri Ternate ini. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah