Jumat, 05 Desember 2014

Komunitas Ilmu Falak Pesantren Al-Wafa’ Kunjungi Planetarium Bosscha

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Komunitas ilmu falak Pondok Pesantren Al-Wafa’ Kabupaten Bandung mengadakan rihlah ilmiah ke Planetarium Bosscha, Lembang, Bandung, Jawa Barat. Kunjungan ke planetarium terbesar se-Asia Tenggara itu diikuti 60 santri.

Salim Mahfudh, ketua panitia rihlah ilmiah mengatakan, acara bertajuk “Aktualisasi dan Implementasi Ilmu Falak di Era Modern”, Jumat (6/2), ini dimaksudkan untuk mengenalkan ilmu falak terapan dalam bentuk alat-alat berbasis teknologi, seperti teleskop, rubu’ mujayyab, mizwala, dan lain-lain.

Komunitas Ilmu Falak Pesantren Al-Wafa’ Kunjungi Planetarium Bosscha (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Ilmu Falak Pesantren Al-Wafa’ Kunjungi Planetarium Bosscha (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Ilmu Falak Pesantren Al-Wafa’ Kunjungi Planetarium Bosscha

“Mengembangkan penalaran dan keilmuan, penelusuran minat dan bakat santri Al-Wafa’ terhadap ilmu falak. Selain itu, juga sebagai sarana menyatukan dan mempererat tali silaturahim antarsantri di pondok pesantrenAl-Wafa’,” tambah mahasiswa fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kesempatan itu, pihak Planetarium Bosscha memberikan materi kepada para santri tentang sejarah dan peran Bosscha terhadap perkembangan astronomi di Indonesia.? Lebih dari itu, santri-santri yang juga mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati tersebut mendapatkan pengetahuan seputar planet-planet, bintang-bintang di galaksi, serta cara kerja ala-alat astronomi yang ada di Bosscha.

Selain berkunjung ke Planetarium Bosscha, para santri sebelumnya berkunjung ke Observatorium Imah No’ong yang letaknya tidak jauh dari Planetarium Bosscha. Di situ terdapat pula alat-alat astronomi seperti teleskop, jam matahari, alat penentuan arah kiblat, dan lain-lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Arjun Abdullah, salah satu peserta mengaku senang lantaran bisa langsung praktik ilmu falak dengan menggunakan alat-alat modern maupun klasik. “Manfaat yang didapat saat kunjungan ke planetarium salah satunya adalah kita dapat mengetahui bagaimana cara menentukan arah kiblat,” terang santri Ternate ini. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah